Properti Dari Wait And See Sekarang Take Action

Berbagai pelonggaran aktivitas seiring pandemi yang bergerak menjadi endemi berdampak langsung pada minat masyarakat yang membeli produk properti. Situasi transisi ini juga membuat masyarakat yang membeli sekarang akan mendapatkan banyak kemudahan.

Situasi pandemi Covid-19 yang telah kita jalani sejak awal tahun 2020 terus bertransisi menjadi endemi. Hal ini ditandai dengan berbagai pelonggaran protokol kesehatan yang diumumkan pemerintah. Terkahir, pemerintah membebaskan aktivitas di ruang outdoor tidak perlu lagi menggunakan masker.

Berbagai pelonggaran ini berdampak langsung pada aktivitas dan kinerja bisnis kalangan pengembang. Masyarakat yang mencari produk properti kian tinggi dan sangat positif yang membuat kalangan pengembang terus mengeluarkan berbagai promo kemudahan untuk semakin menarik minat pasar.

“Pelonggaran protokol kesehatan berdampak langsung pada tingginya permintaan produk hunian. Situasi wait and see yang sebelumnya banyak terjadi sekarang sudah pada tahap take action dan kami sebagai developer merespon itu dengan menggelar customer gathering,” ujar Tedi Huswana, Marketing General Manager Podomoro Park Bandung.

Optimisme pemerintah yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2-5,8 persen pada tahun 2022 ini juga berbanding lurus dengan peningkatan kinerja sektor properti. Tedi menyebut, saat ini menjadi timing yang tepat untuk terus menggenjot kinerja bisnis salah satunya dengan merangsang market dengan berbagai promo kemudahan yang sebelumnya sulit dilakukan saat banyaknya pembatasan aktivitas karena pandemi.

Timing yang tepat untuk menggelar berbagai promo juga diakui oleh Presiden Direktur Era Indonesia Darmadi Darmawangsa. Era merupakan perusahaan agen properti. Menurut Darmadi, perilaku market untuk pasar properti terus menunjukan tingkat yang stabil dan cenderung meningkat.

“Ibarat putaran jam, saat ini sektor properti siklusnya ada di bawah atau jam 6, itu berarti situasinya tinggal naik ke jam 7, 8, 9, dan seterusnya. Sekarang menjadi saat yang tepat untuk membeli karena kalau membeli saat posisinya sudah lebih tinggi selain harganya lebih mahal potensi capital gain yang kita dapat juga lebih kecil kendati tetap menguntungkan,” katanya.

Terlebih lagi situasi bisnis properti yang melemah khususnya akibat pandemi membuat saat ini menjadi periode transisi yang cukup panjang. Di sisi lain, masa transisi ini justru menjadi timing yang tepat bagi masyarakat dan itu bisa dilihat dengan banyaknya kemudahan dari pengembang hingga berbagai insentif yang dikeluarkan pemerintah.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.