Diskursus

Ditulis oleh Ted Sprague Sabtu, 04 Juli 2009 00:38

Pada 9 April lalu, Indonesia menyelenggarakan pemilu ke-4nya yang “demokratis” semenjak kemerdekaannya pada tahun 1945. Yang dibutuhkan di dalam periode ini adalah sebuah gerakan buruh dengan partai massa pekerja yang sejati. Ini telah mewarnai perdebatan di dalam gerakan Kiri termasuk perdebatan mengenai boikot. Kita harus kembali lagi ke Lenin dan mempelajari bagaimana dia menghadapi masalah Duma Tsar.

Ditulis oleh Alan Woods Jumat, 26 Juni 2009 01:46

Dua kandidat bersaing di dalam “pemilihan presiden” Iran, tetapi rejim Iran sudah menentukan siapa yang akan menang jauh sebelum pemilihan ini diselenggarakan. Walaupun Mousavi adalah “oposisi loyal” yang moderat, sebagian besar rakyat Iran menggunakan suara mereka untuk menyuarakan oposisi mereka terhadap rejim ini. Segera setelah “hasil pemilihan” diumumkan, kerusuhan meledak di jalan-jalan, yang menunjukkan kemarahan dan ketidakpuasan rakyat. Peristiwa ini menandai sebuah fase baru di dalam perkembangan Revolusi Iran. 

Ditulis oleh Alan Woods Rabu, 24 Juni 2009 12:03

Peristiwa-peristiwa dramatik sedang terjadi di Iran. Ratusan ribu rakyat turun ke jalan dengan tenang melalui pusat kota Tehran pada hari Senin (15 Juni) untuk memprotes pemilihan presiden Iran. Ini adalah demonstrasi anti-pemerintah terbesar semenjak Revolusi 1979. Situasi revolusioner di Iran berkembang dengan sangat cepat. Dalam satu minggu semenjak artikel ini ditulis (15 Juni 2009) dan diterbitkan dalam Bahasa Indonesia (22 Juni 2009), situasi di Iran sudah bertambah akut.

Ditulis oleh Rolliv Saptamaji Jumat, 19 Juni 2009 19:18

Kita tidaklah sedang menciptakan sebuah Transformasi sosial, rakyatlah yang melakukan Transformasi social, yang kita lakukan adalah mendorong kesadaran rakyat menuju Transformasi sosial dan mempersiapkan momentum itu.  

Demokrasi merupakan sebuah sistem sosial yang muncul dari dialektika sejarah manusia yang mengorganisir dirinya kedalam sebuah kelompok dan mengatur pembagian kekuasaan di dalamnya. Sejak runtuhnya uni soviet di akhir tahun 80an, demokrasi dianggap sebagai sebuah sistem yang ideal yang dapat mengatur masyarakat dengan lebih adil dan mendorong kepada kesejahteraan juga sebagai sistem politik yang dinamis dan secara internal sangat beragam. Seorang teoritisi politik menjelaskan bahwa bahwa demokrasi setidaknya memiliki 10 keunggulan, yaitu menghindari tirani, menjamin hak asasi, menjamin kebebasan umum, menentukan nasib sendiri, otonomi moral, menjamin perkembangan manusia, menjaga kepentingan pribadi yang utama, persamaan politik, menjaga perdamaian dan mendorong terciptanya kemakmuran.

Ditulis oleh Saiful Anam Selasa, 26 Mei 2009 17:52
image
Pemerintah Venezuela terus bergerak maju memberi pelayanan terhadap rakyatnya. Seperti, peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru. Berita yang dihimpun www.Venezuelanalysis.com tanggal 14 Mei 2009 menyatakan, pemerintah Venezuela menetetapkan 30% kenaikan gaji dan menambah tingkat pendapatan bagi sekitar setengah juta guru yang masih aktif maupun yang sudah  pensiun.

Halaman 1 dari 6

Login Anggota

Komentar Baru

Belajar Ekonomi Marx...
faham ekonomi marx,jls kontra dgn ekonomi adam smi...
Meluruskan Revolusi ...
benar, membaca itu perintah kebudayaan - karena pe...
Meluruskan Revolusi ...
Aliran Trotskis dan Indonesia Melebihi anti-komuni...
Republik Indonesia S...
negara edann
Wawancara dengan Akt...
Saya pernah meliput pemilu di Iran tahun 2005, ket...

Newsletter


Name:

Email: