Mengapa Gagasan Trotsky Ditakuti?
- Details
- Published on Saturday, 07 August 2010 01:20
- Written by Mulyani Hasan
Wawancara dengan Ted Sprague, editor buku Revolusi yang Dikhianati (Revolution Betrayed) versi bahasa Indonesia karya Leon Trotsky. Dia seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang belajar di sebuah universitas di Kanada. Sebelumnya dia juga menyunting buku Revolusi Permanen versi bahasa Indonesia karya Leon Trotsky. Saya menghubungi Ted melalui surat elektronik atau email. Berikut petikan wawancara saya dengan dia.
Obrolan Sore Tentang Sjahrir
- Details
- Published on Tuesday, 17 March 2009 00:22
- Written by Mulyani Hasan
Di sebuah perpustakaan di toko buku Ultimus, Samsir sedang duduk santai membaca majalah Tempo yang mengulas sosok Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama Indonesia era pemerintahan Sukarno. Sore itu kota Bandung gerimis. Sambil menikmati kopi panas, kami ngobrol tentang Sjahrir yang dinilai telah berhasil melakukan diplomasi internasional melalui perundingan-perundingan. Samsir adalah mantan anggota konstituante, dia pernah diuber oleh pemerintahan Sukarno karena masuk dalam kelompok yang menentang Perjanjian Linggarjati.
Munir dan Efek Rumah Kaca
- Details
- Published on Friday, 05 September 2008 00:27
- Written by Mulyani Hasan
Efek Rumah Kaca, sebuah kelompok musik hadir di toko buku Ultimus di Bandung, kemarin malam. Dia bicara soal Munir dan perubahan sosial melalui musik. Malam itu memang sedang ada diskusi dan pemutaran film bertema Musik, Budaya Populer dan Perubahan Sosial, salah satu rangkaian kampanye penyelesaian kasus Munir. Kali ini yang berbicara adalah para musisi independen. Mereka adalah Herry Sutresna, yang akrab dipanggil Ucok dari Homicade, sebuah kelompok musik Hip Hop dan Efek Rumah Kaca, kelompok musik pop.
Onani Spiritual dalam Bencana
- Details
- Published on Thursday, 24 April 2008 00:31
- Written by Mulyani Hasan
Bersama tim medis dari Jaringan Relawan Kemanusiaan Yogyakarta, saya menemani George Junus Aditjondro menuju Parangtritis. Sepanjang perjalanan inilah saya mewawancarai George. Tim medis sendiri sibuk mendata penduduk yang memerlukan bantuan. Kami menelusuri pantai Parangtritis dan berhenti di beberapa desa terdekat di wilayah itu. Puluhan warga mengerumuni dokter-dokter muda itu.
